Buntok (Humas) Kampanye Wajib Halal Oktober (WHO) 2026 yang digelar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan beberapa hari lalu mulai menunjukkan hasil nyata. Senin (8/6/2026), ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memadati Kantor Kemenag Barsel untuk mengurus sertifikasi halal produk mereka.
Lonjakan pemohon terjadi setelah kegiatan sosialisasi jemput bola yang dilaksanakan di Plaza Beringin, Pasar Jelapat, dan Taman Iring Witu. Menyikapi tingginya animo masyarakat, layanan pendampingan sertifikasi halal langsung dioptimalkan di ruang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).
Kepala Kantor Kemenag Barito Selatan, H. Hairil Saleh Al Zainudin, mengatakan tingginya minat pelaku usaha menjadi sinyal positif meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sertifikasi halal.
"Sosialisasi di Plaza Beringin, Pasar Jelapat, dan Taman Iring Witu kemarin membuka mata kita semua bahwa tenggat waktu Oktober 2026 sudah di depan mata. Kami tidak ingin pelaku usaha di Barito Selatan tertinggal atau kesulitan di kemudian hari," ujarnya.
Menurutnya, pelayanan pendampingan sengaja diperkuat agar pelaku usaha dapat menyelesaikan proses pendaftaran dengan lebih mudah dan tepat.
"Pasca-sosialisasi, kami langsung memaksimalkan pelayanan pendampingan di ruangan Bimas Islam dan PTSP agar proses pendaftaran berjalan clear dan sukses. Ini bagian dari upaya kami membantu UMKM memenuhi kewajiban sertifikasi halal," katanya.
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, H. Muhamad Irfan, menyebut pihaknya telah menyiapkan tim layanan untuk mendampingi pelaku usaha mulai dari pengecekan persyaratan hingga proses pengajuan sertifikasi.
"Banyak pelaku usaha yang sebenarnya ingin mengurus sertifikasi halal, tetapi masih bingung terkait tahapan dan dokumen yang diperlukan. Karena itu kami hadir untuk membantu mereka agar prosesnya tidak terhambat," ujarnya.
Ia berharap para pelaku usaha memanfaatkan kesempatan tersebut sejak sekarang dan tidak menunggu mendekati batas waktu kewajiban sertifikasi halal.
"Semakin cepat diajukan, semakin baik. Dengan begitu pelaku usaha memiliki waktu yang cukup apabila ada dokumen yang perlu dilengkapi," tambahnya.
Sementara itu, Pengawas Jaminan Produk Halal (JPH) BPJPH, Fani Aditia, menilai antusiasme pelaku usaha di Barito Selatan menjadi indikator bahwa kesadaran terhadap jaminan produk halal terus meningkat.
"Kami melihat respons masyarakat sangat baik. Ini menunjukkan bahwa pelaku usaha mulai memahami pentingnya sertifikasi halal, tidak hanya sebagai kewajiban regulasi, tetapi juga sebagai nilai tambah yang meningkatkan kepercayaan konsumen," katanya.
Menurut Fani, sertifikasi halal juga membuka peluang produk UMKM untuk lebih kompetitif di pasar yang semakin memperhatikan aspek kehalalan produk.
"Produk yang telah bersertifikat halal memiliki daya saing yang lebih kuat karena memberikan kepastian dan rasa aman bagi konsumen," ujarnya.
Proses pendampingan dilakukan secara terpadu oleh jajaran Seksi Bimas Islam Kemenag Barito Selatan bersama Petugas Pendamping Proses Produk Halal (P3H), Sumiati.
Dampak Kampanye WHO 2026, Ratusan Pelaku UMKM Serbu Kemenag Barsel Urus Sertifikasi Halal
Akses lebih cepat
Baca berita lebih nyaman dari layar utama HP
Akses layanan, tracking, berita, dan pengaduan lebih cepat dari layar utama HP.
Redaksi
Informasi pengelola publikasi.
Rating pembaca
0 rating masuk.
0.0
0 rating masuk
Reaksi Cepat
Apa kesan Anda?
Komentar Pembaca
Tanggapan berita
Belum ada komentar yang tampil.
Tinggalkan Tanggapan
Masuk akun dulu
Komentar dan rating dibatasi bagi pembaca yang sudah masuk akun.
MasukBerita foto
Dokumentasi terkait.
Ringkasan
Info cepat berita.
- Tanggal
- 08 Jun 2026
- Kategori
- Pelayanan Publik
- Durasi
- 3 menit
Berita lainnya
Publikasi terbaru yang bisa dibaca berikutnya.
Pelantikan Serentak se-Kalteng, Tiga ASN Kemenag Barsel Sandang Jabatan Fungsional
22 Jun 2026
Kantor Bersih, Pelayanan Nyaman: Kepala KUA GBA Jadikan Jumat Asri Aksi Nyata Ekoteologi
19 Jun 2026
Ketenangan Jadi Bagian Penyembuhan, Kemenag Barsel Rutin Dampingi Pasien di RS Jaraga Sasameh
19 Jun 2026
Sertijab Kepala MIN 1 Barsel, Kakankemenag Minta Guru Adaptif dan Perkuat Kolaborasi
19 Jun 2026
Berita terkait
Bacaan yang masih satu konteks.
Ketenangan Jadi Bagian Penyembuhan, Kemenag Barsel Rutin Dampingi Pasien di RS Jaraga Sasameh
Buntok (Humas) Saat seseorang dirawat di rumah sakit, yang diuji sering kali bukan hanya kondisi fisiknya. Rasa cemas, takut, sulit menerima kondisi yang dialami, hingga kekhawatiran terhadap keluarga menjadi beban ya...
Tahun Baru Islam Jadi Pengingat Kepedulian, Kakankemenag Barsel: Muharram Harus Hadirkan Manfaat bagi Sesama
Buntok (Humas) Tahun Baru Islam 1448 Hijriah tidak hanya dimaknai sebagai pergantian tahun dalam kalender Islam. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, H. Hairil Saleh Al Zainudin, mengatakan Muharr...
Sambut 1448 H, Menag Ajak Hijrah dari Sikap Curiga ke Saling Percaya
Menyambut Tahun Baru 1 Muharam 1448 Hijriah, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak umat Islam dan seluruh masyarakat Indonesia untuk saling percaya, menjaga persatuan, membangun sikap peduli, serta mengabdi b...
Publikasi
Kirim bahan berita kegiatan Anda
Pegawai dan unit kerja dapat mengirim bahan kegiatan untuk diproses Tim Humas.
Kirim berita
Dampak Kampanye WHO 2026, Ratusan Pelaku UMKM Serbu Kemenag Barsel Urus Sertifikasi Halal
Dampak Kampanye WHO 2026, Ratusan Pelaku UMKM Serbu Kemenag Barsel Urus Sertifikasi Halal
Buntok (Humas) Kampanye Wajib Halal Oktober (WHO) 2026 yang digelar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan beberapa hari lalu mulai menunjukkan hasil nyata. Senin (8/6/2026), ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memadati Kantor Kemenag Barsel untuk mengurus sertifikasi halal produk mereka.
Lonjakan pemohon terjadi setelah kegiatan sosialisasi jemput bola yang dilaksanakan di Plaza Beringin, Pasar Jelapat, dan Taman Iring Witu. Menyikapi tingginya animo masyarakat, layanan pendampingan sertifikasi halal langsung dioptimalkan di ruang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).
Kepala Kantor Kemenag Barito Selatan, H. Hairil Saleh Al Zainudin, mengatakan tingginya minat pelaku usaha menjadi sinyal positif meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sertifikasi halal.
"Sosialisasi di Plaza Beringin, Pasar Jelapat, dan Taman Iring Witu kemarin membuka mata kita semua bahwa tenggat waktu Oktober 2026 sudah di depan mata. Kami tidak ingin pelaku usaha di Barito Selatan tertinggal atau kesulitan di kemudian hari," ujarnya.
Menurutnya, pelayanan pendampingan sengaja diperkuat agar pelaku usaha dapat menyelesaikan proses pendaftaran dengan lebih mudah dan tepat.
"Pasca-sosialisasi, kami langsung memaksimalkan pelayanan pendampingan di ruangan Bimas Islam dan PTSP agar proses pendaftaran berjalan clear dan sukses. Ini bagian dari upaya kami membantu UMKM memenuhi kewajiban sertifikasi halal," katanya.
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, H. Muhamad Irfan, menyebut pihaknya telah menyiapkan tim layanan untuk mendampingi pelaku usaha mulai dari pengecekan persyaratan hingga proses pengajuan sertifikasi.
"Banyak pelaku usaha yang sebenarnya ingin mengurus sertifikasi halal, tetapi masih bingung terkait tahapan dan dokumen yang diperlukan. Karena itu kami hadir untuk membantu mereka agar prosesnya tidak terhambat," ujarnya.
Ia berharap para pelaku usaha memanfaatkan kesempatan tersebut sejak sekarang dan tidak menunggu mendekati batas waktu kewajiban sertifikasi halal.
"Semakin cepat diajukan, semakin baik. Dengan begitu pelaku usaha memiliki waktu yang cukup apabila ada dokumen yang perlu dilengkapi," tambahnya.
Sementara itu, Pengawas Jaminan Produk Halal (JPH) BPJPH, Fani Aditia, menilai antusiasme pelaku usaha di Barito Selatan menjadi indikator bahwa kesadaran terhadap jaminan produk halal terus meningkat.
"Kami melihat respons masyarakat sangat baik. Ini menunjukkan bahwa pelaku usaha mulai memahami pentingnya sertifikasi halal, tidak hanya sebagai kewajiban regulasi, tetapi juga sebagai nilai tambah yang meningkatkan kepercayaan konsumen," katanya.
Menurut Fani, sertifikasi halal juga membuka peluang produk UMKM untuk lebih kompetitif di pasar yang semakin memperhatikan aspek kehalalan produk.
"Produk yang telah bersertifikat halal memiliki daya saing yang lebih kuat karena memberikan kepastian dan rasa aman bagi konsumen," ujarnya.
Proses pendampingan dilakukan secara terpadu oleh jajaran Seksi Bimas Islam Kemenag Barito Selatan bersama Petugas Pendamping Proses Produk Halal (P3H), Sumiati.
Akses lebih cepat
Baca berita lebih nyaman dari layar utama HP
Akses layanan, tracking, berita, dan pengaduan lebih cepat dari layar utama HP.
Redaksi
Reaksi Cepat
Apa kesan Anda setelah membaca?
Komentar Pembaca
Tanggapan untuk berita ini
Tinggalkan Tanggapan
Masuk akun dulu
Komentar dan rating untuk berita ini dibatasi bagi pembaca yang sudah masuk akun.
Masuk untuk menanggapiBerita Terkait
Baca kabar lainnya
19 Jun 2026
Ketenangan Jadi Bagian Penyembuhan, Kemenag Barsel Rutin Dampingi Pasien di RS Jaraga Sasameh
Buntok (Humas) Saat seseorang dirawat di rumah sakit, yang diuji sering kali bukan hanya kondisi fisiknya. Rasa cemas, takut, sulit menerima kondisi yang dialami, hingga kekhawatiran terhadap keluarga menjadi beban ya...
17 Jun 2026
Tahun Baru Islam Jadi Pengingat Kepedulian, Kakankemenag Barsel: Muharram Harus Hadirkan Manfaat bagi Sesama
Buntok (Humas) Tahun Baru Islam 1448 Hijriah tidak hanya dimaknai sebagai pergantian tahun dalam kalender Islam. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, H. Hairil Saleh Al Zainudin, mengatakan Muharr...
15 Jun 2026
Sambut 1448 H, Menag Ajak Hijrah dari Sikap Curiga ke Saling Percaya
Menyambut Tahun Baru 1 Muharam 1448 Hijriah, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak umat Islam dan seluruh masyarakat Indonesia untuk saling percaya, menjaga persatuan, membangun sikap peduli, serta mengabdi b...