Buntok (Humas) — Menjelang penerimaan peserta didik baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026/2027, akurasi data pendidikan menjadi perhatian utama. Karena itu, pengurus dan guru Raudhatul Athfal (RA) se-Kabupaten Barito Selatan memperkuat pemahaman pengelolaan data melalui pertemuan rutin Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) yang digelar di RA Al-Hidayah Buntok, Senin (15/6/2026)
Hadir dalam kegiatan tersebut Kasi Pendidikan Islam Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, Zakirurahman, bersama Pengawas RA dan MI, Hj. Noor Atikah.
Data yang valid menjadi fondasi berbagai layanan pendidikan, mulai dari perencanaan hingga penyaluran program pemerintah. Dalam kesempatan itu, Zakirurahman mengingatkan pentingnya pembaruan data pada EMIS 4.0 dan EMIS Development.
"Data yang diinput hari ini akan menjadi dasar berbagai kebijakan dan layanan pendidikan ke depan. Karena itu, setiap satuan pendidikan harus memastikan data peserta didik, pendidik, dan kelembagaan benar-benar sesuai kondisi riil," kata Zakirurahman.
Ia juga meminta seluruh RA tidak menunda proses pembaruan data agar tidak mengalami kendala saat memasuki tahun ajaran baru.
"Jangan menunggu batas akhir. Semakin cepat data diperbarui, semakin mudah melakukan perbaikan apabila ditemukan kekeliruan," ujarnya.
Selain penguatan data, pertemuan juga membahas persiapan penerimaan peserta didik baru Tahun Ajaran 2026/2027. Pengawas RA dan MI, Hj. Noor Atikah, mengajak seluruh lembaga mempersiapkan layanan pendidikan yang ramah anak dan sesuai ketentuan yang berlaku.
"PPDB selain bertujuan untuk menerima siswa baru, juga memastikan setiap anak memperoleh layanan pendidikan yang baik sejak awal masuk ke lembaga," ujar Noor Atikah.
Menurutnya, kesiapan administrasi dan data harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas layanan pendidikan di RA.
"Kelengkapan data penting, tetapi yang tidak kalah penting adalah kesiapan lembaga dalam memberikan pendidikan yang berkualitas dan menyenangkan bagi anak-anak," katanya.
Pertemuan rutin IGRA ini juga menjadi wadah berbagi pengalaman antar pendidik RA terkait pengelolaan EMIS, administrasi kelembagaan, hingga strategi menghadapi pelaksanaan PPDB tahun ajaran baru. Para peserta berdiskusi mengenai berbagai kendala teknis yang sering ditemui di lapangan sekaligus mencari solusi bersama agar proses layanan pendidikan berjalan lebih efektif.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab dan pendampingan terkait penguatan data EMIS. Melalui pertemuan tersebut, diharapkan seluruh RA di Kabupaten Barito Selatan dapat menyajikan data yang akurat serta lebih siap menghadapi pelaksanaan PPDB Tahun Ajaran 2026/2027.