Buntok (Humas) Persiapan kampanye nasional Wajib Halal Oktober (WHO) 2026 di Kabupaten Barito Selatan mulai diperkuat. Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) bersama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan menggandeng Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Barsel untuk mempercepat sertifikasi halal sekaligus memperluas pendampingan bagi pelaku UMK lokal.
Koordinasi lintas sektor itu digelar di ruang Bidang Koperasi dan UKM DKUKMPP Barsel, Kamis (21/5/2026). Tim gabungan yang terdiri dari Pengawas JPH BPJPH Fani Aditia bersama Staf Bimas Islam Kemenag Barsel, Dodiansyah, diterima langsung Kepala Bidang Koperasi dan UKM DKUKMPP Barsel, Nok Mamah Latifah.
Fani Aditia mengatakan, WHO 2026 diarahkan bukan sekadar agenda kampanye, tetapi langkah konkret memperkuat ekosistem halal dan meningkatkan daya saing produk UMK daerah.
"WHO 2026 ini menjadi upaya percepatan agar pelaku usaha semakin siap memenuhi standar halal. Produk bersertifikat halal hari ini menjadi kebutuhan pasar dan bagian penting dari kepercayaan konsumen," ujarnya.
Ia menyebut pelaksanaan WHO 2026 di Barito Selatan rencananya dipusatkan di tiga titik aktivitas ekonomi masyarakat, yakni Plaza Beringin, Pasar Jelapat, dan Taman Iring Witu pada 4 Juni 2026 mendatang.
"Kami ingin kegiatan ini benar-benar menyentuh pelaku UMK secara langsung. Karena itu dukungan lintas sektor diperlukan agar sosialisasi dan pendampingan halal berjalan lebih luas dan efektif," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Koperasi dan UKM DKUKMPP, Nok Mamah Latifah, memastikan pihaknya siap memperkuat sinergi guna memperluas literasi halal kepada pelaku usaha.
"Pelaku UMK perlu terus didorong agar memahami bahwa sertifikasi halal bukan hanya soal kepatuhan aturan, tetapi peluang meningkatkan kualitas produk dan memperkuat daya saing usaha," ucapnya.
Menurutnya, DKUKMPP akan ikut mengoptimalkan pendampingan dan sosialisasi, baik di lokasi pelaksanaan WHO 2026 maupun menjangkau pelaku usaha di wilayah lainnya di Barito Selatan.
"Kami siap bersinergi agar pelaku usaha lebih mudah mendapatkan informasi dan pendampingan sertifikasi halal. Harapannya, semakin banyak produk UMK Barsel yang mampu masuk pasar lebih luas dan dipercaya konsumen," tuturnya.
Hasil koordinasi tersebut menghasilkan komitmen bersama antara BPJPH, Kemenag Barsel, dan DKUKMPP untuk memperkuat kolaborasi percepatan sertifikasi halal serta menyukseskan pelaksanaan WHO 2026 di Kabupaten Barito Selatan.