Buntok (Humas) – Akurasi data guru dan ketepatan pelaporan kinerja menjadi perhatian madrasah menjelang pelaksanaan berbagai program pendidikan. Untuk memastikan proses tersebut berjalan lancar, Kepala Madrasah Ahlusunnah Wal Jama'ah, Ratu Sumiyati, melakukan konsultasi dan koordinasi terkait aplikasi DEV EMIS GTK serta SKP Triwulan II dengan Seksi Pendidikan Islam Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, Senin (22/6/2026).
Kasi Pendidikan Islam Kemenag Barito Selatan, Zakirurahman, mengatakan pengelolaan data melalui EMIS GTK tidak sekadar memenuhi administrasi, tetapi menjadi dasar berbagai kebijakan dan layanan pendidikan madrasah.
"Data guru yang diperbarui secara tepat akan membantu proses perencanaan, pembinaan, hingga pengambilan kebijakan pendidikan. Karena itu, setiap satuan pendidikan perlu memastikan data yang diinput benar dan sesuai kondisi riil," ujarnya.
Menurutnya, konsultasi langsung menjadi langkah efektif untuk meminimalkan kesalahan pengisian data maupun kendala teknis yang sering ditemui operator dan pengelola madrasah.
"Jika ada kendala pada aplikasi atau pelaporan kinerja, lebih baik segera dikonsultasikan agar tidak menimbulkan masalah pada tahapan berikutnya," kata Zakirurahman.
Sementara itu, Kepala Madrasah Ahlusunnah Wal Jama'ah, Ratu Sumiyati, menyebut koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh kewajiban pelaporan madrasah dapat diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kami ingin memastikan pengelolaan data GTK dan penyusunan SKP berjalan dengan benar sehingga tidak ada kekeliruan dalam proses administrasi maupun pelaporan kinerja," ujarnya.
Ia menilai pendampingan dari Seksi Pendidikan Islam sangat membantu madrasah dalam memahami perkembangan sistem digital yang terus mengalami penyesuaian.
"Melalui konsultasi ini kami memperoleh penjelasan yang lebih jelas terkait penggunaan aplikasi dan langkah-langkah yang harus dilakukan apabila menemukan kendala di lapangan," tambahnya.
Koordinasi tersebut berlangsung di ruang Seksi Pendidikan Islam Kemenag Barito Selatan. Selain membahas DEV EMIS GTK dan SKP Triwulan II, diskusi juga menyentuh pentingnya pemutakhiran data secara berkala agar layanan pendidikan madrasah berjalan lebih efektif dan akuntabel.
Melalui komunikasi yang terus terjalin antara madrasah dan Kementerian Agama, berbagai persoalan teknis dapat diselesaikan lebih cepat sehingga satuan pendidikan dapat lebih fokus pada peningkatan kualitas layanan dan pembelajaran bagi peserta didik.