Buntok (Humas) Konflik dalam rumah tangga merupakan hal yang wajar dan hampir tidak dapat dihindari. Namun, cara pasangan menyikapi dan menyelesaikannya menjadi kunci utama dalam menjaga keharmonisan keluarga.
Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Kristen, Yemima Pisi, saat memberikan materi pada Bimbingan Calon Pengantin (Catin), Senin (22/6/2026).
Dalam materi bertajuk Komunikasi dan Penyelesaian Konflik dalam Membangun Rumah Tangga, Yemima menjelaskan bahwa komunikasi yang sehat merupakan fondasi penting dalam membangun keluarga yang harmonis dan langgeng.
"Komunikasi yang baik membantu pasangan saling memahami, menghargai perasaan satu sama lain, dan membangun kepercayaan dalam kehidupan rumah tangga," ujarnya.
Menurutnya, pasangan suami istri perlu membiasakan diri untuk terbuka dalam menyampaikan perasaan, mendengarkan dengan sungguh-sungguh, serta mencari solusi bersama ketika menghadapi persoalan keluarga.
"Perbedaan pendapat pasti ada. Yang penting bukan seberapa besar masalahnya, tetapi bagaimana pasangan menyikapinya dengan bijaksana dan penuh kasih," katanya.
Yemima menambahkan, konflik seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman bagi keutuhan rumah tangga, melainkan kesempatan bagi pasangan untuk saling memahami dan bertumbuh bersama. Penyelesaian konflik perlu dilakukan dengan mengedepankan kasih, pengendalian diri, kesabaran, serta semangat saling mengampuni sesuai nilai-nilai iman Kristen.
Salah satu calon pengantin mengaku memperoleh banyak pemahaman baru yang dapat diterapkan setelah memasuki kehidupan berumah tangga.
"Bimbingan ini membantu kami melihat bahwa membangun rumah tangga membutuhkan kerja sama, kesabaran, dan kemauan untuk saling memahami," tuturnya.
Melalui kegiatan bimbingan ini, Bimas Kristen Kabupaten Barito Selatan berharap para calon pengantin memiliki bekal yang cukup untuk membangun keluarga yang kokoh, harmonis, dan berpusat kepada Tuhan, serta mampu menghadapi berbagai dinamika kehidupan rumah tangga dengan bijaksana.