Lewati ke konten utama
Logo kantor

Kemenag Barito Selatan

Portal layanan digital terpadu

Baca berita

Penyuluh Hindu: Perubahan Dimulai saat Seseorang Mau Mengakui Kekurangan Diri

KUA & Penyuluh 23 Jun 2026 2 menit baca 14
Penyuluh Hindu: Perubahan Dimulai saat Seseorang Mau Mengakui Kekurangan Diri
Foto utama: Penyuluh Hindu: Perubahan Dimulai saat Seseorang Mau Mengakui Kekurangan Diri
Dengar Berita Siap diputar

Buntok (Humas) Perubahan menuju kehidupan yang lebih baik dimulai ketika seseorang berani mengakui kekurangan dalam dirinya. Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Barito Selatan, Miyah, saat memberikan pembinaan keagamaan kepada warga binaan di Rutan Kelas IIB Buntok, Senin (22/6/2026).

Dalam dharmawacana yang mengangkat Bhagavadgita XVI Sloka 1, Miyah mengajak peserta memahami pentingnya introspeksi diri dengan mengenali sifat-sifat mulia sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.

"Kitab suci mengajarkan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri. Dengan mengenali sifat-sifat mulia, kita dapat meninggalkan kebiasaan yang merugikan dan mulai membangun perilaku yang lebih positif," ujarnya.

Menurut Miyah, langkah pertama untuk berubah bukanlah menyalahkan keadaan atau orang lain, melainkan berani melihat dan mengakui kekurangan diri sendiri. Dari kesadaran tersebut, seseorang akan lebih mudah membangun karakter yang lebih baik.

"Masa lalu tidak harus menentukan masa depan. Yang terpenting adalah kemauan untuk belajar, memperbaiki kesalahan, dan menumbuhkan karakter yang lebih baik dari hari ke hari," lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa ajaran dalam Bhagavadgita tetap relevan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk bagi warga binaan yang sedang menjalani proses pembinaan dan mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat.

Sementara itu, petugas Rutan Kelas IIB Buntok, Akbar, menilai pembinaan keagamaan menjadi salah satu sarana penting dalam membentuk karakter warga binaan.

"Kegiatan seperti ini membantu warga binaan memiliki ruang untuk merenung dan memperkuat nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Menurut Akbar, pembinaan spiritual tidak hanya memperdalam pemahaman keagamaan, tetapi juga mendorong perubahan sikap dan perilaku yang lebih positif.

"Harapannya, mereka tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh bekal mental dan spiritual yang bermanfaat saat kembali ke masyarakat," tambahnya.

Kegiatan diawali dengan ibadah singkat yang dipimpin Penyuluh Agama Hindu Nurhati, kemudian dilanjutkan dengan dharmawacana dan sesi pembinaan yang berlangsung khidmat serta interaktif. Para warga binaan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai spiritual dan membangun kehidupan yang lebih baik.

Icon Portal Kemenag

Akses lebih cepat

Baca berita lebih nyaman dari layar utama HP

Akses layanan, tracking, berita, dan pengaduan lebih cepat dari layar utama HP.

Berita lainnya

Bagikan

Sebarkan berita ini ke kanal pilihan.

Rating pembaca

0 rating masuk.

0.0

0 rating masuk

Reaksi Cepat

Apa kesan Anda?

Sekali klik

Komentar Pembaca

Tanggapan berita

0

Belum ada komentar yang tampil.

Tinggalkan Tanggapan

Masuk akun dulu

Komentar dan rating dibatasi bagi pembaca yang sudah masuk akun.

Masuk

Ringkasan

Info cepat berita.

Tanggal
23 Jun 2026
Kategori
KUA & Penyuluh
Durasi
2 menit
Buka sumber

Publikasi

Kirim bahan berita kegiatan Anda

Pegawai dan unit kerja dapat mengirim bahan kegiatan untuk diproses Tim Humas.

Kirim berita


Terima kasih, bahan berita diterima.