Buntok (Humas) — Pelayanan ibadah syukuran masyarakat umum Hindu Buntok Kota, Rabu (3/6/2026), menjadi ruang memperkuat nilai syukur, kebersamaan, dan pembinaan spiritual umat. Kegiatan ini dihadiri penyuluh agama Hindu, staf Bimas Hindu, tokoh agama, serta pemuda-pemudi Hindu dari Buntok dan sekitarnya.
Ibadah syukuran diisi renungan bertema Mensyukuri Anugerah Tuhan yang disampaikan Penyuluh Agama Hindu (PAH) Miyah dengan dasar ajaran Sarasamuccaya Sloka 2. Kegiatan dipandu Mantir Miadi dan doa dipimpin Nurhati.
Dalam renungannya, Miyah mengajak umat melihat rasa syukur bukan sekadar ucapan, tetapi diwujudkan dalam sikap hidup sehari-hari.
“Manusia diberi kesempatan lahir sebagai manusia adalah anugerah besar. Karena itu hidup harus dijalani dengan perbuatan baik, menjaga hubungan dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan,” ujar Miyah.
Menurutnya, rasa syukur juga menjadi landasan penting menghadapi tantangan kehidupan yang semakin kompleks.
“Bersyukur bukan hanya saat menerima kebahagiaan, tetapi juga ketika menghadapi proses kehidupan. Dari sana tumbuh ketenangan dan kekuatan,” katanya.
Selain penguatan spiritual, kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat hubungan antar umat Hindu lintas usia di wilayah Buntok dan sekitarnya.
Nurhati menyampaikan kegiatan keagamaan seperti ini penting untuk menjaga hubungan antar sesama umat sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah kehidupan masyarakat.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita bisa berkumpul, berdoa bersama, saling menguatkan, dan menjaga agar generasi muda tetap dekat dengan ajaran agama serta kegiatan positif,” ujar Nurhati.
Kehadiran tokoh agama, pemuda, penyuluh, dan unsur Bimas Hindu menunjukkan pembinaan keagamaan di tingkat masyarakat terus berjalan melalui pendekatan yang dekat dengan umat dan kebutuhan kehidupan sehari-hari.
Melalui pelayanan tersebut, peserta diajak menjaga rasa syukur sebagai dasar membangun kehidupan yang harmonis, rukun, dan saling mendukung di tengah masyarakat.