Buntok (Humas) Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan menggelar pembinaan rohani bagi warga binaan di Rutan Buntok, Rabu (20/5/2026). Di tengah tekanan hidup dan masa pembinaan yang dijalani, warga binaan diajak tetap memiliki pegangan hidup lewat firman Tuhan.
Tema yang diangkat yakni "Menjaga Firman, Menjaga Kehidupan" berdasarkan Amsal 7:2, "Berpeganglah pada perintahku, dan engkau akan hidup; simpanlah ajaranku seperti biji matamu." Materi disampaikan oleh Penyuluh Agama Kristen, Eko Wahyudi.
Eko menilai banyak orang kehilangan arah hidup bukan karena persoalan yang dihadapi terlalu berat, tetapi karena kehilangan pegangan saat menghadapi masalah.
"Ketika hidup sedang hancur, orang bisa kehilangan harapan, marah pada keadaan, bahkan pada dirinya sendiri. Firman Tuhan menjadi pengingat bahwa hidup tetap punya arah dan kesempatan untuk diperbaiki," kata Eko.
Ia menyebut pembinaan rohani di lingkungan rutan bukan sekadar kegiatan keagamaan rutin, tetapi ruang untuk membantu warga binaan memulihkan mental dan membangun cara pandang baru terhadap hidup mereka.
"Orang bisa saja sedang menjalani hukuman, tetapi hidupnya tidak boleh berhenti. Harapan itu harus tetap dijaga," ujarnya.
Dalam sesi sharing, sejumlah warga binaan menceritakan pergumulan hidup yang mereka alami, mulai dari rasa kecewa terhadap diri sendiri hingga kerinduan untuk kembali diterima keluarga dan masyarakat.
"Saya sadar hidup saya pernah salah. Tapi saya percaya Tuhan masih kasih kesempatan untuk berubah," ungkap salah seorang warga binaan saat sesi berbagi pengalaman.
Suasana pembinaan berlangsung terbuka dan penuh refleksi. Pujian dipimpin Delita Wati Manullang, sementara doa dipimpin Lina.
Eko berharap kegiatan seperti ini dapat terus menjadi penguat bagi warga binaan agar tidak tenggelam dalam rasa putus asa selama menjalani masa pembinaan.
"Kalau seseorang masih mau menjaga firman Tuhan dalam hidupnya, berarti dia masih punya harapan untuk bangkit," tutupnya.