Buntok (Humas) Kepala Seksi Pendidikan Islam Kementerian Agama Barito Selatan, Zakirurahman bersama Pengawas Madrasah memberikan bimbingan kepada guru-guru RA pada kegiatan pertemuan rutin di RA Syuhada Baru, Kamis (21/05/2026).
Dalam arahannya, guru RA diajak menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sekaligus membangun kepedulian lingkungan melalui penanaman pohon di lingkungan madrasah.
Zakirurahman mengatakan pendidikan anak usia dini tidak hanya fokus pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kebiasaan baik sejak dini. Menurutnya, Kurikulum Berbasis Cinta menjadi bagian penting dalam membangun suasana belajar yang ramah dan penuh kasih sayang.
“Anak-anak RA perlu dibiasakan belajar dengan pendekatan yang lembut, penuh perhatian dan kasih sayang. Guru menjadi contoh utama dalam membangun karakter mereka,” ujarnya.
Ia juga mengimbau seluruh RA agar mulai melakukan penanaman pohon di lingkungan madrasah sebagai bagian dari kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Program tersebut disebut sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama.
“Menanam pohon bukan hanya soal penghijauan, tetapi mengajarkan anak untuk mencintai lingkungan sejak usia dini. Hal kecil seperti ini akan menjadi kebiasaan baik bagi mereka,” katanya.
Guru-guru RA yang hadir menyambut baik Arah tersebut dan menyatakan kesiapan menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta dalam proses pembelajaran sehari-hari di madrasah.
Salah seorang guru RA Syuhada Baru mengatakan pendekatan pembelajaran yang mengedepankan kasih sayang membuat anak lebih nyaman dan mudah menerima pelajaran di kelas.
“Kalau anak merasa dihargai dan disayangi, mereka akan lebih semangat belajar dan lebih mudah diarahkan,” ungkapnya.
Guru lainnya juga mendukung program penanaman pohon di lingkungan RA karena dinilai dapat menjadi sarana pendidikan sederhana bagi anak untuk memperkenalkan pentingnya menjaga alam.
“Anak-anak biasanya senang kalau diajak menanam. Dari situ mereka belajar merawat dan menjaga lingkungan bersama-sama,” tuturnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi ringan dan pelatihan langsung kepada guru-guru RA terkait penerapan pembelajaran yang ramah anak serta penguatan budaya peduli lingkungan di madrasah. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan RA di Barito Selatan semakin aktif membangun pendidikan yang dekat dengan nilai kasih sayang dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.