BUNTOK (Humas) – Kunjungan ke Gereja Katolik St Anna Stasi Lembeng, Minggu (24/5/2026), disambut antusias umat setempat. Selain pelayanan hari Minggu, kegiatan tersebut juga diisi pendataan umat dan dialog terkait kebutuhan pembinaan gereja di wilayah stasi.
Staf Bagian Tata Usaha, Seventinus Ciliadi, mengatakan pelayanan rutin di stasi menjadi kebutuhan penting agar umat tetap aktif dalam kehidupan menggereja dan mendapat pendampingan secara berkelanjutan.
“Pelayanan hari Minggu harus tetap berjalan supaya umat tetap bertumbuh dalam iman dan kehidupan gereja,” ujar Seventinus.
Ia juga menyampaikan pendataan umat dilakukan untuk mengetahui kondisi riil jemaat sehingga pelayanan dan pembinaan gereja dapat berjalan lebih tepat sasaran.
“Kami mendata umat agar kebutuhan pelayanan bisa diketahui dengan jelas dan pembinaan gereja dapat berjalan lebih baik,” katanya.
Menurut Seventinus, umat Stasi Lembeng menunjukkan antusiasme tinggi karena merasa tetap diperhatikan dan dilayani. Namun di sisi lain, masih ada sejumlah kebutuhan yang diharapkan mendapat perhatian lanjutan.
“Harapan umat, pembangunan gereja yang sudah permanen ini tetap mendapat perhatian karena masih banyak bagian yang perlu dilanjutkan dan ditingkatkan,” ucapnya.
Ketua Stasi Lembeng, Uneto, mengatakan pendampingan umat masih menjadi kebutuhan utama agar pelaksanaan liturgi di tingkat stasi dapat berjalan lebih mandiri.
“Kami berharap pendampingan bagi umat bisa lebih rutin supaya umat memahami tata liturgi dan mampu melaksanakan pelayanan gereja secara mandiri,” kata Uneto.
Ia menambahkan, saat ini umat Gereja Katolik St Anna Stasi Lembeng berjumlah 23 kepala keluarga dengan total 64 jiwa, terdiri dari 32 laki-laki dan 32 perempuan.
Kunjungan tersebut juga diikuti Orang Muda Katolik (OMK) St Yohanes Penginjil Stasi Kalahien dalam agenda persahabatan bersama umat Stasi Lembeng. Kehadiran OMK memberi suasana kebersamaan sekaligus mempererat hubungan antarstasi.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat pelayanan, mempererat solidaritas umat, serta memastikan umat tetap mendapatkan pembinaan dan perhatian umat sehingga kehidupan liturgi di Stasi Lembeng dapat berjalan lebih mandiri dan berkelanjutan.”