Buntok (Humas) – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Barito Selatan mengajak masyarakat merawat lingkungan rumah ibadah melalui kegiatan Bakti Religi di Rumah Ibadah Isa Pakat Buntok. Kegiatan ini melibatkan umat Hindu dan Kementerian Agama sebagai bentuk kolaborasi dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Kegiatan bertajuk Wujud Nyata Ekoteologi Kemenag Berdampak itu dilaksanakan di lingkungan Rumah Ibadah Isa Pakat Buntok, Selasa (9/6/2026). Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Barito Selatan AKBP Jecson R. Hutapea beserta anggota, Ketua MD-AHK Perli Mula, umat Hindu, Penyuluh Agama Hindu Miyah dan Nurhati, serta staf Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan.
Penyuluh Agama Hindu, Miyah, mengatakan kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai keagamaan yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
"Merawat kebersihan rumah ibadah dan lingkungan sekitarnya bukan hanya tanggung jawab pengurus atau umat tertentu, tetapi menjadi tanggung jawab bersama sebagai wujud syukur atas alam yang telah Tuhan anugerahkan," ujar Miyah.
Menurutnya, konsep ekoteologi mengajak masyarakat memandang lingkungan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan spiritual.
"Ketika lingkungan dijaga dengan baik, maka kita sedang membangun kesadaran bersama bahwa kehidupan beragama juga harus menghadirkan manfaat bagi alam dan sesama," katanya.
Sementara itu, Kapolres Barito Selatan AKBP Jecson R. Hutapea menyebut kegiatan bakti religi menjadi sarana memperkuat kebersamaan sekaligus menumbuhkan budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat.
"Hari Bhayangkara bukan hanya tentang institusi Polri, tetapi juga tentang bagaimana kami hadir dan bekerja bersama masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman," ujarnya.
Ia berharap semangat gotong royong yang terlihat dalam kegiatan tersebut dapat terus dipelihara dan menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
"Kebersihan lingkungan rumah ibadah mencerminkan kepedulian dan tanggung jawab bersama. Jika budaya ini terus dijaga, manfaatnya akan dirasakan oleh seluruh masyarakat," kata Jecson.
Kegiatan bakti religi dilakukan dengan membersihkan halaman, area sekitar rumah ibadah, serta fasilitas pendukung yang digunakan umat dalam kegiatan keagamaan. Kolaborasi antara Polri, tokoh agama, dan masyarakat ini menjadi contoh nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dibangun melalui aksi sederhana yang dilakukan secara bersama-sama.
Melalui gerakan ekoteologi yang terus digelorakan, Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan mendorong tumbuhnya kesadaran bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya kebutuhan sosial, tetapi juga bagian dari pengamalan nilai-nilai keagamaan yang berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat.