Buntok (Humas) — Pelayanan yang baik tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh sikap dalam bekerja. Pesan itu menjadi fokus dalam Apel Pagi Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan yang digelar di halaman kantor setempat, Kamis (18/6/2026).
Pembina apel, Penyelenggara Zakat dan Wakaf H. Sibawaihi, mengajak seluruh ASN dan pegawai menjadikan tiga kata kunci sebagai pedoman dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, kualitas pelayanan akan lebih mudah tercapai jika setiap pegawai membiasakan diri bekerja dengan ikhlas, tuntas, dan rapi.
"Ada tiga kata kunci bagi kita dalam pelayanan, yaitu ikhlas, tuntas, dan rapi," ujar Sibawaihi di hadapan peserta apel.
Ia menjelaskan, ketiga prinsip tersebut bukan sekadar slogan, melainkan sikap kerja yang harus hadir dalam setiap tugas dan layanan yang diberikan kepada masyarakat.
"Jika pekerjaan dilakukan dengan ikhlas, diselesaikan dengan tuntas, dan dikerjakan secara rapi, maka hasil yang diperoleh juga akan baik, baik bagi lembaga maupun diri kita sendiri," katanya.
Sibawaihi juga mengingatkan bahwa pelayanan yang berkualitas lahir dari kebiasaan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, tanpa membedakan besar atau kecilnya pekerjaan yang diemban.
"Mari kita biasakan bekerja dengan ikhlas, menyelesaikan tugas sampai tuntas, dan menjaga kerapian dalam setiap pekerjaan," lanjutnya.
Ia berharap nilai-nilai tersebut terus diterapkan dalam keseharian sehingga mampu memperkuat budaya kerja yang positif di lingkungan Kementerian Agama Barito Selatan.
"Ketika tiga hal ini menjadi kebiasaan, maka pelayanan kepada masyarakat akan berjalan lebih baik dan memberikan manfaat yang lebih luas," tuturnya.
Apel pagi diikuti pejabat struktural dan fungsional, ASN, serta PPNPM di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan. Bertindak sebagai komandan apel H. Hapiji, pembawa doa Dodiansyah, dan pembawa acara Sumiati.
Melalui apel rutin tersebut, seluruh pegawai diingatkan bahwa kualitas pelayanan tidak selalu dimulai dari program besar, tetapi dari cara sederhana dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari secara ikhlas, tuntas, dan rapi.